Sebuah renungan di malam Dua sembilan.

Sebuah catatan semalam..

Ramadhan baru saja berlalu, tapi aku mulai rindu.

“Rinduuuu???? Yakin situ rindu?”Rindu kok sudah ketemu malah ditinggal sibuk sendiri. 

  • Belakangan ini kemana aja? Kayaknya jarang absen di mushola.
  • Sibuk ya?  pembatasnya di situ2 aja Al-Quran nya jarang dibaca ya ?
  • Capek banget mesti..sampai2 tidurnya kelabas terus sampai adzan subuh”

“Gitu kok ngakunya rindu…😨😨

Begitulah, hatiku kecilku seakan meledek diriku sendiri. Lalu aku membuka sebuah catatan yang kutulis di malam dua sembilan Ramadhan..

Aku bersalah padamu…

Saat awal kedatanganmu..

Aku senang, tapi tak sesenang mnyambutmu di waktu  lalu..

Di awal kehadiranmu..

Aku mengikuti alur sebagaimana layakanya menyambutmu..

Tapi hatiku…Entah kemana…

Entah apa yang dirasa…Serasa hampa..

Hanya mengikuti kebiasaan saja..

Hari berganti tanpa terasa…

Aku Sibuk mengantisipasi urusan dunia..

Aku sadar ini tak seharusnya..

Tapi langkahku kaku…
Aku tertunduk pada egoku…!!

Egoku Seakan berbicara..
nikmati saja sisa usia..

Dengan apa yang  disuka..

Toh tak merugikan siapa siapa…

Iya tepat sekali…!!

Memang Tak ada yang merugi..

Melainkan diriku sendiri..!!

Wahai Sang penggenggam jiwa..

Aku ingin rasaku yang sebelumnya..

Yang Mengantarkan pada indahnya doa..

Melantun menenangkan jiwa..

Kini tinggal sekali..
Satu kesempatan lagi..

Tuntunlah jiwa ini ..

Jangan biarkan raga ini tak tau diri…

Hari ini juga malam dua sembilan. Tapi bukan bulan Ramadhan. Entah apa aku pantas mengaku rindu Ramadhan. Sementara kemarin banyak aku tinggalkan, dan sampai hari inipun tak kukejar ketertinggalanku.

Jika beban semakin berat, bukankah seharusnya denganNya semakin dekat ?

Jika hidup semakin susah, bukankah seharusnya padaNya semakin pasrah ?

Wahai  Sang pemilik hati…

Jauhkanlah aku dari segala yang akan menjauhkanku dari Mu..

Dekatkanlah aku pada segala yang akan mendekatkanku padaMu. 

Advertisements

Author:

Tidak banyak yang saya minta hanya sebuah pengertian saja..

One thought on “Sebuah renungan di malam Dua sembilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s