Mengalah untuk Diri Sendiri

Pagi ini seorang teman membawa kuisioner untuk menganalisis sifat dan kepribadian seseorang. Hal seperti ini seringkali menjadi menarik, karena beberapa orang senang ketika orang lain membaca karakternya apalagi jika hasilnya sesuai dengan yang diinginkanšŸ˜‰.

Setelah selesai mngisi kuisioner temanku membacakan hasil analisisnya katanya aku itu : 

  • Pendengar yang baik.
  • Mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan sendiri, suka mengalah.
  • Suka menolong orang lain.

Namun ada sisi negatifnya yaitu :

  • Karena suka mengalah dan mendahulukan orang lain, jadi sering kali tertindas.

Ahh namanya juga kuisioner…tidak sepenuhnya benar apa yang dikatakan temanku dari analisisnya. Terutama di bagian mengalah dan tertindas. 

Karena sebenarnya ketika aku mengalah aku tidak mengalah untuk orang lain. Aku mengalah untuk kepentinganku sendiri, untuk mendamaikan hatiku sendiri. Bukan mengalah untuk membuat orang lain bebas menindas. Begitu pula ketika aku mendahulukan urusan orang banyak daripada urusanku, itu karena aku mengamankan hatiku sendiri atas segala perasaan tidak nyaman jika urusan orang banyak aku abaikan. Sesederhana itu, aku hanya mendamaikan hatiku sendiri, memberikan rasa nyaman pada perasaanku.

Jika setelah aku mengalah atau mendahulukan urusan khalayak, keadaan tidak membuatku merasa nyaman malah memunculkan konflik bathin tersendiri, maka aku tidak akan  mengalah lagi. Aku bahkan bisa berontak untuk menolak. Aku bisa pergi untuk memenangkan hati.

Sebagai contoh dalam kisah kasih, aku pernah melepaskan seseorang yang kala itu mengisi hatiku. Beberapa orang menganggap aku mengalah, melepaskannya untuk orang lain. Tapi bagiku tidak demikian, aku melepaskannya untuk mendamaikan perasaanku sendiri. Karena aku merasa tidak nyaman jikan harus bertahan dalam hubungan yang telah melukai perasaan. Aku belajar memaafkan, tanpa memberi kutukan agar sakitku terbalaskan. Bukan untuk kebaikannya, tapi untuk kebaikan diriku sendiri.

Bukankah Setiap diri punya naluri untuk beradaptasi dan menjaga diri. …

Author:

Tidak banyak yang saya minta hanya sebuah pengertian saja..

2 thoughts on “Mengalah untuk Diri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s