Kenapa Menulis di Blog

Sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar, bapak guru saya membacakan cerita tentang “Cinde Laras”. Hidup di hutan bersama ibu dan kakeknya yang terusir dari istana. kemudian datang seekor burung memberi CindeLaras sebuah telur ayam, dan telur itu menetas kemudian menjadi ayam jago yang kuat untuk diadu. Kemenangan ayam jagonya terdengar sampai ke istana sehingga sang raja, ingin beradu ayam jago dengan Cinde Laras. Singkat cerita ayam jago CindeLaras lah yang menang. Karena penasaran, sang raja mengikuti CindeLaras pulang. Dan di gubuk tua di hutan, sang raja terkaget melihat ibu CindeLaras yang ternyata adalah istrinya yang dahulu terusir dari istana. CindeLaras adalah putra sang raja, dan akhirnya dia bertemu dengan ayahnya.

Selesai membacakan cerita itu, pak guru saya memberikan tugas untuk menjawab pertanyaan yang ada di buku tentang cerita CindeLaras tadi. Pertanyan pertama :

1.siapakah yang berjasa mempertemukan CindeLaras dan ayahnya?

Sebagian besar teman-teman saya menjawab ayam jago yang berjasa mempertemukan CindeLaras dengan ayahnya,walaupun ada beberapa yang menjawab sang kakek dan ibunya.

Jawaban saya paling berbeda dari lainnya, saya menjawab ” yang pertama berjasa adalah burung yang memberikan CindeLaras telur, kemudian menetas menjadi ayam. Ayam jago CindeLaras beradu dengan ayam jago sang raja dan menang, sehingga akhirnya sang raja bertemu dengan ibu CindeLaras, dan mengetahui bahwa CindeLaras adalah anaknya.”

Dari jawaban saya itu almarhum pak guru saya bilang, bahwa saya berbakat bercerita, suatu hari bisa jadi wartawan atau penulis. “Belajar yang rajin ya” begitu pesannya.

Puluhan tahun berlalu  saya masih ingat peristiwa itu. Tapi sayangnya saya belum bisa jadi seorang wartawan atau penulis. Saya terjebak pada ilmu sains yang menantang logika dan hitungan matematika. Saya jatuh hati pada dunia mengajar meski konsekuensinya banyak yang tak terbayar. Saya masih suka menulis tapi tulisan minimalis hanya sekadar selingan di kala bosan, dan isinya hanya curahan hati.

Nah..Di era reformasi dan teknologi ini sepertinya hobi menulis dan bercerita semakin difasilitasi, jadi saya pikir tidak ada salahnya bercerita dan menulis di media yang memungkinkan banyak orang membacanya. Menceritakan apa yang dirasa dan dilalui sepanjang usia.

Bukan untuk dikenal bak selebriti, tapi untuk mengapresiasi diri atas berbagai hal yang telah dilewati, syukur2 bisa menginspirasi.

Bukan pula untuk cari untung biar makmur..tapi untuk bisa bersyukur. Karena setiap kejadian dalam perjalanan kehidupan adalah pelajaran bagi pelakunya dan orang-orang yang di sekitarnya.

Semoga blog ini, bisa menjadi media untuk berbagi dan menginspirasi.

Author:

Tidak banyak yang saya minta hanya sebuah pengertian saja..

7 thoughts on “Kenapa Menulis di Blog

      1. Untuk apa?
        Aku punya medsos, baik IG, FB, twitter, pinterest, dan linkedin, tapi jarang aku buka. Hanya tempat share dari artikel blogku yang otomatis share ke medsosku.
        Aku udah lama puasa medsos. 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s