Pemberi zakat yang Fakir

wp-image--495109979
Diambil dari google

Kami sekeluarga berjumlah 5orang. Bapak, ibu, saya, dan 2 adik laki-laki saya.Dari tahun ke tahun kami biasanya memploting tujuan zakat secara terpencar. Ada yang ke panitia zakat setempat, ke saudara dari bapak, saudara dari ibu, dan tetangga terdekat.

Dari lima anggota keluarga, tinggal saya yang beras zakatnya masih di rumah, belum sampai pada yang berhak. Kata ibu saya ini jatah untuk tetangga dekat.

Emm…awalnya sudah punya tujuan mau diberikan pada siapa, tapi si bapak bilang katanya jangan itu, ” kyaknya udah banyak,semua pada ngasihnya ke itu” gitu kata bapak. Terus si ibu bilang ” ya sudah kasih saja ke mba Sri (bukan nama sebenarnya).

Sebagai anak yang baik nurutlah saya. Sebelum berangkat saya ingat, harusnya kan ada doanya gitu ya..yang memberi dan menerima zakat. Saya kan ngga hafal.

Berbekal hp android saya googling doa membayar zakat fitrah. Pikir saya karena saya akan memberikan zakat pada pereorangan bukan panitia saya harus siap doanya, takutnya tidak ada yang mbimbing. Dan lagipula belum tentu juga mba Sri hafal doanya, begitu pikir saya.

Sembari berjalan ke rumah mba Sri saya ngapalin doa itu dalam hati. Sampai di rumah mba Sri, sepertinya mba Sri agak kaget melihat wajah saya karena mungkin baru kali ini saya berzakat ke situ. Mba Sri mempersilahkan saya masuk dan duduk. Kemudian mba Sri bertanya “ini mau didoain?” Saya jawab ” nggih (artinya=iya)”.

Mba sri bilang lagi ” mau baca apa sudah hafal ?” Seolah ngerti kalau saya baru aja ngafalin dan mungkin masih lupa-lupa ingat.

Saya tersipu malu dan bilang ” hehe baca saja”. Mba sri mengambil sebuah kertas yang isinya doa memberi dan menerima zakat. Saya baca doanya sambil liat tulisan dan Mba Sri…sepertinya dia sudah hafal.

Selama perjalanan pulang saya jadi berpikir. Seandainya ada zakat ilmu mungkin saya termasuk golongan mustahiq yang berhak menerima zakat, karena saya fakir.

Zakat adalah perkara wajib. Dan wajib pula seharusnya setiap yang mengaku muslim mempelajari tentangnya.

Mbak Sri tidak punya adroid atau semacamnya, karena kalau sekedar untuk cari doa memberi/menerima zakat dia tidak memerlukannya. Sudah hafal di luar kepala. Sedangkan saya…ah menyedihkan.

Jika tahun depan saya masih belum hafal doa membayar dan menerima zakat fitrah. Maka saya termasuk fakir yang tidak berfikir…

Advertisements

Author:

Tidak banyak yang saya minta hanya sebuah pengertian saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s